Laporan: W Mei DA / Editor: Tedy M
Gosiphangat.com – Waduh, bro sis! Sampai 30 September 2025, capaian pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Cilacap baru ngacir di angka 85 persen atau sekitar Rp141 miliar dari target Rp160 miliar.
Meski belum tembus 100 persen, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman tetep gaspol! Tekanan fiskal makin berat? Santai, Mas Syamsul tetap ngepush pelayanan publik biar tetap maksimal dan lancar jaya!
Acara Gebyar Doorprize PBB-P2 2025 di Aula BPKAD Cilacap, Selasa (18/11/2025), berlangsung meriah abis. Mas Syamsul yang dikenal akrab dengan warga ini nyemangatin wajib pajak buat patuh bayar PBB-P2 sambil bagi-bagi hadiah kece: motor, kulkas, TV, blender, dan banyak lagi. Strategi ini dibuat supaya warga makin semangat nyetor pajak.
Tapi nih ya, kabar kurang enak datang dari pusat. Dana transfer ke daerah drop parah sampai Rp393 miliar buat proyeksi APBD 2026. Sementara itu, APBD 2025 sebesar Rp3,8 triliun masih didominasi dana transfer umum yang mencapai Rp2,8 triliun.
Target PAD Rp1,02 triliun, sebagian besar ditopang BLUD rumah sakit dan puskesmas yang nyumbang Rp460 miliar. Namun sayangnya, porsi buat pembangunan fisik cuma sedikit—sekitar Rp300 miliar. Padahal, buat perbaikan jalan aja idealnya butuh Rp800 miliar!
Dengan kondisi makin ketat, Pemkab Cilacap langsung ngencengin efisiensi: potong anggaran makan minum, perjalanan dinas, dan kegiatan non prioritas. Yang penting, fokus Mas Syamsul tetap kokoh di pembangunan, pendidikan, dan layanan publik.
Meski dana transfer pusat makin seret, Cilacap nggak mau menyerah. Pemerintah daerah langsung bidik skema pendanaan lain lewat kementerian biar program tetap jalan.
Ke depan, dalam lima tahun mendatang, Cilacap bakal terus ngejar sumber pendapatan baru yang nggak bikin rakyat berat, tapi tetap bisa ngeboost pembangunan.
Intinya, meski situasi fiskal lagi cekak, Mas Syamsul dan tim tetap ngotot jaga pelayanan publik tetap ngebut!






