Laporan: W Mei DA | Editor: Tedy M
Gosiphangat.com – Wah, bestiee! Panas lagi nih kabar dari Bumi Wijayakusuma alias Cilacap! Kali ini datang dari dugaan korupsi jumbo senilai Rp 237 miliar yang melibatkan pengadaan tanah oleh BUMD PT Cilacap Segara Artha (CSA). Katanya sih, uang segede itu bisa buat bangun jalan keliling Cilacap tiga kali, ya kan?!
Yang nggak kalah heboh, GNPK-RI Kabupaten Cilacap lagi getol banget mengawal kasus ini. Mereka bilang, jangan kasih celah! Jangan kasih kendor!
Sentot: “Kasusnya Jangan Ditutupin, Harus Terang Benderang!”
Ketua GNPK-RI Cilacap, Albani Idris, S.Sos, S.H. alias Sentot, blak-blakan saat ditemui di kantornya pada Sabtu (19/7/2025):
“GNPK-RI Kabupaten Cilacap menyoroti terungkapnya dugaan tindak pidana korupsi PT CSA yang sedang ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah,” ujar Sentot dengan nada tegas.
Mereka mengapresiasi kinerja Kejati Jateng, tapi juga mendesak agar kasus ini diusut tuntas. Jangan ada yang ditutup-tutupi, apalagi kalau pelakunya lebih dari dua orang doang!
Raperda Ngebut Jadi Perda? GNPK-RI Curiga Banget Nih!
Sentot juga menyentil soal perubahan Raperda Kawasan Industri Cilacap (KIC) jadi Perda Cilacap Segara Artha (CSA) yang dinilai super kilat kayak fast track!
“Apa urgensinya sampai ngebut kayak gitu? Tahapan-tahapan analisa kan ada aturannya,” ujarnya penuh tanda tanya.
Sentot menegaskan, perda itu nggak boleh asal jadi. Harus sesuai payung hukum, dan jangan bertabrakan dengan aturan di atasnya.
237 Miliar Dikorupsi? Nggak Masuk Akal Cuma 2 Orang!
Sebagai aktivis anti korupsi, Sentot bilang GNPK-RI prihatin banget dengan dugaan korupsi ini. Uang sebesar itu bisa bikin banyak program buat rakyat Cilacap loh, gengs!
“Kami berharap Kejati Jateng segera menetapkan tersangka baru. Masak iya uang segitu cuma melibatkan 1 ASN aktif dan 1 mantan Sekda?” tegasnya.
Mereka yakin, ada pihak-pihak lain yang ikut bermain di balik layar. GNPK-RI pun siap mengawal kasus ini sampai ke Kejaksaan Agung, supaya nggak “masuk angin” di tengah jalan.
Jangan Lupa! Itu Uang Rakyat, Bukan Buat Dipermainkan
Terakhir, Sentot mengingatkan: Kalau saja uang Rp 237 miliar itu tidak dikorupsi, bisa untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Cilacap, bangun infrastruktur, atau bantu UMKM.
“Sebagai warga Cilacap yang cinta keadilan, kami ikut prihatin. Jangan sampai rakyat dikorbankan demi kepentingan segelintir orang,” tutupnya.
Pantau terus di Gosiphangat.com ya, gengs! Kasusnya makin panas dan kita nggak akan biarkan reda sebelum semua terang benderang!






